Baranov Museum – Informasi museum di alaska

Sejarah Bangunan Museum Baranov Alaska

Sejarah Bangunan Museum Baranov Alaska – Museum Baranov Alaska merupakan museum sejarah terkenal dan melegenda yang terletak di Pulau Kodiak, Alaska. Pengunjung museum ini ini tidak hanya warga lokal atau masyarakat negeri saja namun dari seluruh belahan dunia khususnya pecinta seni dan sejarah. Direktur museum yang saat ini memegang Museum Baranov Alaskan adalah Sarah Harrington. Museum sejarah Baranov Alaska terletak di sebuah bangunan Nasional bersejarah yang selama ini dikenal dengan sebutan Rusia-Amerika Magazin dan Erskine House. Keduda lokasi tersebut juga merupakan kantor Masyarakat Sejarah Kodiak. Museum Baranov Alaska dibangun sudah sangat lama yaitu sejak tahun 1810. Bangunan Museum Baranov Alaska merupakan bangunan yang paling tua jika dibandingkan dengan empat bangunan yang masih beroprasi lainnya. Museum Baranov Alaska dibangun oleh Rusia ketika Alaska masih termasuk wilayah Rusia. Koleksi dan pameran museum yang ditampilkan langsung difokuskan pada sejarah Kepulauan Kodiak dan Kepulauan Aleut.

Nuansa yang ditampilkan juga fokus khusus pada periode Rusia dan awal Amerika. Museum Baranov Alaska atau Museum Kodiak ini memiliki komunitas yang menempati daerah museum dan menjadikan lokasi museum lebih hidup serta lebih terasa kental rasa sejarahnya. Komunitas yang sekarang dikenal sebagai komunitas Kodiak ini didirikan pada tahun 1793 oleh Pavlovsk, dan merupakan pemukiman permanen Rusia pertama di Amerika Utara. Lokasi tersebut berfungsi sebagai ibu kota teritorial sampai pada tahun 1808. Bangunan ini dibangun pada dekade pertama abad ke-19 sebagai fasilitas penyimpanan oleh Perusahaan agen bola.
Ketika Alaska berada di bawah kendali Amerika, bangunan museum dibeli oleh Perusahaan Komersial Alaska, yang melanjutkan operasi bisnis yang sebelumnya dilakukan oleh Rusia.

Pada tahun 1911 bangunan itu dijual kepada W. J. Erskine. W. J. Erskine yang kemudian merubah penggunaan bangunan tersebut sebagai tempat tinggal pribadinya dengan membangun fondasi batu baru pada bangunannya, serta melakukan renovasi pada bagian terasnya. W. J. Erskine menjual bangunan tersebut pada tahun 1948 kepada perusahaan besar yang berhasil menyewanya. Selanjutnya, terjadi bencana alam di daerah Alaska yang berupa gempa bumi dan tsunami Alaska pada tahun 1964. Dampak dari gempa bumi dan tsunami yang terjadi adalah rusaknya kota beserta bangunan-bangunan didalamnya termasuk Museum Baranov Alaska sehingga sebagai bentuk pemulihan kota, bangunan tersebut diakuisisi oleh otoritas pemerintah setempat untuk dilakukan pembangunan kembali atau renovasi. Kepemilikan museum akhirnya dipindahkan ke kota yang pada tahun 1967 dikembalikan ke Masyarakat Kodiak untuk dimanfaatkan bangunan sejarahnya. Masyarakat Kodiak sejak saat itu memelihara properti itu, menggunakannya untuk ruang kantor dan sebagai museum. Bangunan ini dinyatakan sebagai Landmark Bersejarah Nasional pada tahun 1962, dan secara resmi tercantum pada daftar tempat bersejarah nasional pada tahun 1966.

Sampai saat ini, aktivitas masyarakat Kodiak masih terasa kental dengan sejarahnya. Pengunjung dari seluruh penjuru dunia juga dapat berkunjung di museum ini serta merasakan kekentalan sejarah Kodiak. Tradisi-tradisi adat daerah setempat juga masih bisa disaksikan oleh pengunjung untuk memanjakan mata mereka.
Kondisi bangunan Museum Sejarah Kodiak sendiri saat ini sudah disesuaikan dengan kombinasi bangunan mewah terkini. Namun meskipun begitu, motif-motif sejarah pada bangunan Museum Sejarah Kodiak masih dipertahankan untuk mengunggulkan nilai artristik museum. Dengan begitu, meskipun Museum Baranov Alaska sudah mengalami perubahan atau renovasi berulang kali dan berganti beberpa kali kepemilikan, tidak menurunkan nilai seni di mata pengunjung sehingga masih diminati oleh penikmat sejarah dan seni sampai masyarakat dunia.

Museum Terbaik di Amerika
Informasi Museum

Museum Terbaik di Amerika

Museum Terbaik di Amerika – Pada masa liburan, umumnya para orang tua hendak mengajak anak-anak mereka berangkat ke taman bermain ataupun ke museum buat menaikkan pengetahuan mereka.

Museum Terbaik di Amerika

baranovmuseum – Dikutip dari halaman viva, para orang tua di Amerika menggunakan durasi masa liburan mereka dengan memeriahkan museum. Teruji, museum- museum di Amerika mempunyai energi raih sampai para keluarga senang lama bertamu ke situ.

Selanjutnya ini destinasi museum di Amerika yang kerap digunakan para orang tua pada masa liburan sekolah.

Baca juga : Museum Anchorage Membawa Alaska ke Dunia

The Smithsonian National Air & Space Museum, Washington DC

Museum ini diisi dengan koleksi pesawat ruang angkasa serta barang- barang memiliki di bumi. Terdapat banyak keadaan yang dapat ditemui anak-anak di mari, semacam observatorium, planetarium, ruangan Imax, dan eksperimen ilmu serta simulator penerbangan.

Smithsonian Museum of Alami History, Washington DC

Suatu pengalaman hebat untuk anak-anak buat bersenang-senang pada masa liburan. Kamu hendak menciptakan patung- patung yang terdapat di film Night at the Museum. Semacam koleksi arca dinosaurus, arca Napoleon Bonaparte, serta artefak kuno yang lain.

Kota besar Museum of Art: The MET, New York

Museum yang terdapat di New York City ini menggantikan bermacam berbagai adat, tema serta mata pelajaran yang hendak lekas menarik atensi anak-anak. Menunjukkan dampak suara audio visual buat pengalaman yang jauh lebih menarik. Museum ini pula ialah museum seni terbanyak di Amerika Sindikat.

Museum Anak Nasional, Washington DC

Aturan posisi Museum Anak Nasional mengutip ilmu jiwa anak serta perspektif yang istimewa pada bumi di dekat mereka ke dalam estimasi. Bersamaan dengan demonstrasi, anak-anak didorong buat ikut serta langsung dengan melaksanakan eksperimen, mencermati serta menganalisa dengan cara langsung apa yang lagi mereka teliti

Baca juga : Museum Irlandia : Golden Thread Gallery

Prospect Park Audubon Centre, New York

Terdapat Di jantung bunda kota, Brooklyn, para wisatawan bisa berhubungan dengan demonstrasi yang mengarahkan mereka mengenai tumbuhan serta binatang. Halaman ini pula mempunyai program berhubungan dengan binatang, tidak hanya itu terdapat pula aktivitas yang ikut serta dalam kerajinan semacam membuat parafin, membuat kue, serta aktivitas pertanian.

Museum Anchorage Membawa Alaska ke Dunia
Museum

Museum Anchorage Membawa Alaska ke Dunia

Museum Anchorage Membawa Alaska ke Dunia – Terletak di jantung pusat kota Anchorage, Museum Anchorage telah menawarkan seni dan sejarah kepada penduduk dan pengunjung Alaska sejak 1968.

Museum Anchorage Membawa Alaska ke Dunia

baranovmuseum – Sarah Henning, manajer hubungan masyarakat Museum Anchorage, mengatakan fasilitas itu memperluas piagamnya pada 2008 dengan dimensi ilmu tambahan, ketika museum bergabung dengan Imaginarium Discovery Center. Ekspansi $ 106 juta menambahkan 80.000 kaki persegi, memperkuat fasilitas sebagai museum terbesar di negara bagian.

Melansir jber, Henning mengatakan Museum menawarkan manfaat bagi pengunjung Alaska, pendatang baru dan penghuni pertama.

Baca juga : Dana Pembangunan Museum Veteran Alaska

“Misi kami ada dua,” katanya. “Kami ingin membawa yang terbaik dari Alaska ke seluruh dunia, dan kami ingin membawa yang terbaik dari seluruh dunia ke Alaska.

“Kami menyadari bahwa banyak orang Alaska tidak memiliki sarana atau waktu untuk meninggalkan negara bagian, dan kami merasa bahwa hal itu tidak boleh membuat mereka kehilangan pengalaman museum kelas dunia yang luar biasa,” Henner menjelaskan. “Untuk itu, museum memiliki seni, sejarah, dan sains. Jadi, Anda dapat memiliki pengalaman Alaska yang sangat memuaskan di sini, dan Anda dapat merasakan apa yang sedang terjadi di dunia museum lainnya. “

Henner mengatakan museum adalah rumah bagi empat pameran permanen: Galeri Alaska, Seni Utara, Pusat Studi Arktik Smithsonian, dan Pusat Penemuan Imaginarium.
Galeri Alaska dikhususkan untuk sejarah orang Alaska dari masa pra-kontak hingga saat ini, dengan galeri yang menampilkan artefak dari semua budaya Asli Alaska, pendudukan Rusia, dan era Demam Emas.

Pameran ini juga menampilkan peristiwa besar seperti gempa bumi berkekuatan 9,2 tahun 1964 dan tumpahan minyak Exxon Valdez.

Pameran The Art of the North menampilkan lanskap dan masyarakat regional, menampilkan karya-karya dari berbagai kelompok seniman, termasuk Syndney Laurence yang terkenal sebagai salah satu pelukis lanskap paling terkenal di Alaska. Tema seni meliputi eksplorasi, gaya hidup, margasatwa, dan potret.

Pusat Studi Arktik Smithsonian adalah pengaturan pertama dari jenisnya, dengan Lembaga Smithsonian meminjamkan ratusan artefak ke pameran, memungkinkan akses langsung ke tetua, seniman, dan cendekiawan Penduduk Asli Alaska.

Pameran ini adalah rumah bagi lebih dari 600 objek yang dipilih dan ditafsirkan dengan bantuan dari penasihat Asli Alaska.

Pengunjung berinteraksi dengan objek SASC melalui layar sentuh, yang memiliki lebih banyak kesamaan dengan ponsel pintar atau komputer dalam film “The Minority Report,” daripada yang mereka lakukan dengan teknik pelabelan lama.

“Teori museum telah berkembang jauh,” kata Henner tentang metodologi interaktif yang lebih baru. “Ini lebih tentang menarik pengunjung. Ini lebih tentang aktivitas langsung, membiarkan orang belajar sambil melakukan.

“Pusat Studi Arktik Smithsonian adalah contoh yang baik (menggunakan teknologi) di mana, alih-alih menggunakan pelabelan statis tradisional, kami memiliki layar langsung yang sangat mirip dengan cara kerja iPhone Anda, dan itu luar biasa karena dua alasan,” lanjutnya. “Salah satunya adalah kami dapat menawarkan banyak informasi, lebih dari yang pernah ada pada label tradisional. Dua adalah kami dapat terus memperbarui informasi saat penelitian baru dilakukan.

“Untuk anak-anak, kegembiraan menggunakan layar sentuh membuat mereka lebih bersemangat tentang apa yang ada di balik layar sentuh.”

Imaginarium Discovery Centre menyelenggarakan lebih dari 80 pameran langsung yang dirancang untuk menjadikan bumi, kehidupan, dan ilmu fisika menarik dan menyenangkan untuk segala usia.

“Pusat Penemuan Imaginarium cukup menarik, karena langsung,” Henning menjelaskan. “Ini sangat mengasyikkan bagi anak-anak, tetapi kami menemukan bahwa bagi orang tua dan kakek-nenek, ini sama menyenangkannya. Ini adalah tempat yang bagus bagi keluarga untuk belajar sambil bermain.”

Pusat ini memiliki atraksi seperti kamera inframerah di mana pengunjung dapat melihat diri mereka sendiri dalam spektrum cahaya inframerah, dan Meja Goyang di mana pengunjung dapat membangun sebuah bangunan mini yang kemudian mengalami getaran yang setara dengan gempa tahun 1964.

Selain pameran permanen, Museum Anchorage juga menjadi tuan rumah pameran pinjaman dari museum besar dunia lainnya.

Dari 5 November hingga Januari, museum ini akan menampilkan lebih dari 90 karya seni oleh ikon seni pop Andy Warhol.

Musim semi akan menghadirkan “Mammoth and Mastodon: Titans of the Ice Age,” yang menampilkan fosil mammoth dan mastodon, replika, tampilan interaktif, dan Lyuba, bayi mammoth yang terpelihara dengan baik.

Baca juga : Museum Crumlin Road Gaol

Museum ini memiliki toko yang dipenuhi dengan seni asli Alaska, kerajinan modern, buku, dan hadiah yang sesuai dengan pameran fasilitas tersebut. Muse Restaurant menawarkan santapan bagi pengunjung museum.

Tiket masuk umum adalah $10 untuk dewasa, $8 untuk senior, pelajar dan pelindung militer, $7 untuk usia 3 hingga 12 tahun, dan gratis untuk usia 2 tahun ke bawah.

Dana Pembangunan Museum Veteran Alaska
Informasi Museum

Dana Pembangunan Museum Veteran Alaska

Dana Pembangunan Museum Veteran Alaska – Museum Veteran Alaska adalah museum untuk menghormati para veteran bangsa kita dan memastikan bahwa karena pengorbanan yang mereka lakukan untuk membela kebebasan Amerika, “Mereka Tidak Akan Dilupakan.” Seperti yang dikatakan Presiden Calvin Coolidge, “Sebuah bangsa yang melupakan para pembelanya akan dengan sendirinya dilupakan.”

Dana Pembangunan Museum Veteran Alaska

baranovmuseum – Museum dimulai pada tahun 2001 dengan sebuah mimpi. Beberapa saudara dan saudari VFW dan warga yang peduli dapat melihat bahwa komunitas kami kehilangan sesuatu. Sejarah militer yang kaya di Alaska diabaikan. Tidak ada museum veteran. Tidak ada tempat untuk mendengar cerita Prajurit dan Perempuan, atau belajar tentang kontribusi militer terhadap pertumbuhan Alaska, atau bagaimana orang Alaska membela Amerika Serikat. Ide untuk Museum Veteran Alaska lahir.

Melansir alaskacf, AVM dianugerahi izin usaha dan menjadi 501 (c) (3) perusahaan nirlaba pada tahun 2002. Kami mulai beriklan, berbaris dalam parade, mendukung acara komunitas lokal. Anggota dewan memberi pengarahan kepada lebih dari 212 berbagai kelompok masyarakat. Akhirnya, pada musim semi 2008, kami diberi kesempatan luar biasa untuk pameran publik pertama kami — enam bulan di museum terbesar di Alaska, Museum Anchorage di Rasmuson Center.

Baca juga : Mengenal Anchorage Museum di Alaska

Pameran, “Castner’s Cutthroats: Forgotten Heroes,” memulai debutnya dengan diskusi panel yang menampilkan tiga Pramuka Alaska yang masih hidup, Lt Earl Acuff, Sersan Ed Walker, T5 (Kopral) Billy Buck, dan penulis Jim Rearden. Kami juga memberikan penghormatan kepada T5 (Kopral) Buck Delkettie, yang telah meninggal sebelum pameran kami. Sejarah Lisan dari orang-orang baik ini masih diputar di museum sampai sekarang. Sembilan belas bulan setelah debut kami, pameran kami akhirnya dihentikan. Ketika diturunkan, Sejarawan Museum Anchorage, Marilyn Knapp, mengatakan itu adalah pameran lokal paling populer yang pernah dimiliki museum. Dia juga berkata, “Saya merindukan teman lama saya di atrium itu – itu adalah pameran yang bagus.”

Kami mengikuti kesuksesan itu dengan pameran yang lebih baik. Harimau Aleutian, Skuadron Tempur ke-11, di Museum Penerbangan Alaska, serta membantu pameran Warbirds Angkatan Udara ke-11 dan pameran USS Grunion, juga di Museum Penerbangan. Pameran Grunion yang ekstensif menampilkan foto dan artefak kapal selam, model besar kapal selam, film tentang menemukannya setelah 65 tahun, dan sesi Skype dengan putra sulung nakhoda.

Di Native Heritage Center, kami mengadakan pameran di Alaska Territorial Guard (ATG) dan Mayor Marvin “Muktuk” Marston, dengan banyak barangnya dipinjamkan, dipercayakan kepada kami oleh Anchorage Museum. Kami juga pernah tampil di Kampanye Aleutian: Perang yang Terlupakan di Perpustakaan Sungai Chugiak-Eagle dan Perpustakaan Loussac.

Pada tanggal 17 April 2011, kami membuka pintu ke etalase seluas 1.433 kaki persegi kami di 4th AV Marketplace. Sejak pembukaan kami, kami telah menyambut lebih dari 1.700 pengunjung, dan kami menunggu untuk menyambut ANDA!

Kami sekarang menceritakan kisah yang kami impikan untuk diceritakan. Kami melanjutkan, tak tergoyahkan, dengan misi kami; melestarikan memori veteran dan pengorbanan mereka untuk kebebasan Amerika, mendidik masyarakat, dan mendukung veteran dan personel tugas aktif. Jadi, kami membantu Pramuka & Pramuka Putri mendapatkan lencana Amerikanisme. Kami memiliki malam film dan penandatanganan buku.

Kami mengirim sejarawan ke sekolah untuk mendidik anak-anak, mengirim lebih banyak surat penggemar ke Pasukan daripada organisasi kecil lainnya di Amerika Serikat, dan mendedikasikan patung yang indah untuk Penjaga Teritorial Alaska pada 11 November 2011. Dia dengan protektif berjaga di depan museum . Baru-baru ini, kami adalah bagian dari produksi, dedikasi, dan pengiriman Peringatan di Pulau Attu. Direktur Eksekutif kami saat ini, Kol. Suellyn Wright Novak, telah berperan penting dalam proses dan penyelesaian proyek-proyek ini dan lainnya dan selalu mencari lebih banyak cara untuk menyelesaikannya.

Apakah misi kami menggerakkan Anda? Kami adalah staf sukarelawan dan dijalankan. Kami mencari orang-orang dengan hasrat untuk sejarah, untuk mendongeng, untuk mendengarkan, untuk pelestarian, untuk pendidikan. Kami membutuhkan orang-orang yang mau dilatih sebagai pemandu untuk menjadi staf museum. Kami membutuhkan orang-orang dengan ide, dan waktu, dan dedikasi, dan kemampuan untuk melihat rencana secara matang. Kami membutuhkan pengocok dan penggerak.

Baca juga : Museum Belfast Exposed di Irlandia

Kami membutuhkan sukarelawan dan anggota dewan dengan sumber daya dan koneksi serta uang tunai yang dingin dan keras. Kami memiliki begitu banyak ide untuk pertumbuhan, cara baru untuk menjangkau dan melanjutkan misi kami. Artefak baru dari seluruh dunia disumbangkan lebih cepat daripada yang bisa kami proses, dan kami menghancurkan 1.433 kaki persegi kami! Kami ingin gedung kami suatu hari nanti, dan kami membutuhkan bantuan untuk sampai ke sana.

Misi Museum Veteran Alaska

Buat museum untuk inspirasi, kenangan, dan pelestarian ingatan para veteran dan pengorbanan mereka untuk kebebasan Amerika.

Mendidik masyarakat umum melalui pengumpulan, presentasi, dan pameran artefak, akun pribadi, dan fakta sejarah yang berkaitan dengan sejarah veteran kita.

Mempromosikan kegiatan yang akan meningkatkan atau mendukung tujuan Museum.
Dukung anggota veteran, tugas aktif, Penjaga, dan Cadangan kami.

Mengenal Anchorage Museum di Alaska
Informasi Museum

Mengenal Anchorage Museum di Alaska

Mengenal Anchorage Museum di Alaska – Tidak ada tempat yang lebih baik untuk memahami sejarah Alaska, sungguh banyak sejarahnya selain dengan mengunjungi Museum Anchorage di Rasmuson Center.

Mengenal Anchorage Museum di Alaska

baranovmuseum – Museum terbesar di negara bagian ini benar-benar merupakan pengalaman kelas dunia, menawarkan tinjauan menarik tentang sejarah, seni, budaya, dan sains Alaska.

Melansir dari laman alaska, Pelajari bagaimana orang-orang paling awal di Alaska selamat dari suhu di bawah nol, lihat hasil gempa terbesar di Amerika Utara, dan banyak lagi. Ini sangat menyenangkan untuk seluruh keluarga.

Baca juga : Mengenal Museum Alat Berat

Sejarah Alaska & Lainnya

Tepat di pusat kota, Museum Anchorage menceritakan kisah utara—dari sejarah, seni, dan budaya Alaska hingga keajaiban dan tantangan hidup di Alaska. Ikhtisar ini adalah cara sempurna untuk memulai pengalaman Alaska Anda.

Mulailah dengan lebih dari 600 objek dari budaya Asli Alaska, pinjaman dari Smithsonian Institution, yang menghidupkan beragam budaya asli negara bagian. Artefak termasuk topeng upacara, baju perang, dan pakaian tahan air yang terbuat dari usus anjing laut. Tonton film pendek dan lihat foto-foto yang menunjukkan apa artinya menjadi Penduduk Asli Alaska hari ini, dan bagaimana tradisi dibawa ke masa depan.

Museum yang dibuka secara resmi pada tahun 1968 ini juga merupakan pusat penemuan langsung yang sempurna untuk anak-anak. 80 pameran sains ramah anak di Discovery Center termasuk tangki kehidupan laut dan planetarium kecil, di mana Anda dapat melihat Cahaya Utara musim dingin bahkan di musim panas.

Rencanakan Kunjungan Anda

Anda dapat dengan mudah menghabiskan empat jam menikmati museum, tetapi bahkan dua jam akan membuat Anda melihat sorotan. Di musim panas, ikuti salah satu tur harian gratis yang dipimpin oleh pemandu yang menarik, saksikan demonstrasi di pusat sains, dan pada hari Selasa ambil makan siang dari truk makanan dan makan siang di halaman. Sepanjang tahun, Anda akan menemukan presentasi ilmiah dan budaya dengan penandatanganan buku, acara malam, kelas, dan lokakarya. Dan selalu ada satu atau dua pameran berputar.

Satu tempat yang tidak boleh dilewatkan: Sayap Rasmuson. Area baru ini, yang dibuka pada tahun 2017, dinamai untuk keluarga Alaska yang membantu menciptakan museum dan yang anggotanya telah menjadi kekuatan pendorong di balik kesuksesannya. Sayap baru secara besar-besaran meningkatkan ruang yang tersedia untuk menampilkan koleksi museum yang mengesankan di Art of the North, yang menggabungkan karya-karya asli dengan karya-karya tradisional, modern, dan kontemporer lainnya, membuat narasi yang menarik — dan sangat Alaska.

Pameran Permanen

Menjalani Budaya Kita: Di Pusat Studi Arktik Smithsonian, ini adalah pinjaman lembaga Smithsonian terbesar dan terlama yang berjalan di mana pun di dunia.

Pameran Alaska: Dengarkan kisah Alaska melalui berbagai perspektif dengan cara yang menarik dan interaktif. Jelajahi pemandangan 360 derajat tempat populer Alaska atau bangun komunitas Anda sendiri di layar besar dengan menambahkan orang, simbol, struktur, dan hewan.

Art of the North: Galeri seni kontemporer ini dipenuhi dengan seni dan patung dari seniman Alaska yang ikonik.

Makan & Belanja

Muse: Makanan berlimpah, sehat, dan sehat

Restoran layanan lengkap Anchorage Museum menampilkan penawaran menu mulai dari makanan ringan hingga makanan lengkap. Santai dengan nuansa kontemporer.

Atrium Café: Bar kopi dengan makanan ringan, makanan penutup, dan gigitan cepat, serta kopi, anggur, dan bir.

Baca juga : Museum Nasional Irlandia

Toko: Ini bukan toko museum biasa. Mereka bekerja dengan seniman lokal asli untuk membawa barang-barang unik yang memicu rasa takjub—hal-hal yang tidak dapat Anda temukan di tempat lain di negara bagian ini. Belanja perhiasan kontemporer buatan lokal, ukiran Alaska Native, kemeja berdesain museum, hydroflask, ornamen, Qivuit dan dasi sutra dengan desain Alaska Tenggara, buku tentang Alaska, mainan dan teka-teki anak-anak, dan banyak lagi.

Mengenal Museum Alat Berat
Informasi Museum

Mengenal Museum Alat Berat

Mengenal Museum Alat Berat – Bermacam perkembangan yang dicapai pada era modern ini tidak dapat dipisahkan dari andil alat berat. Bermacam alat berat ikut serta pada bermacam profesi berarti yang tak mungkin dicoba dengan tenaga orang saja.

Mengenal Museum Alat Berat

baranovmuseum – Alat-alat berat sudah menolong dunia ini jadi lebih bagus serta aman untuk kehidupan, meski tidak dapat dibantah banyak kehancuran alam yang diakibatkan alat berat. Kehadiran Alat berat  diawali dekat 260 tahun yang kemudian dikala terbentuknya Revolusi Pabrik yang mengganti dengan cara ekstrem kehidupan orang dari masa tadisional jadi modern.

Melansir equipina.com, Menarik buat disimak, disamping bermacam perkembangan teknologi pada pabrik Alat berat dikala ini pula kemajuan Alat berat dari era ke era. Dari sana hendak tampak beberapa ekspedisi kehidupan pemeluk orang.

Baca juga : Majelis Menyetujui Rencana Untuk Merelokasi Patung di Museum Baranov

Sayangnya tidak seluruhnya terdokumentasi dengan bagus, apalagi di negara- negara yang diketahui mempunyai kerangka balik kemajuan Alat berat yang kokoh, Alat berat yang telah tidak dapat bekerja kerapkali cuma jadi besi berumur yang kesimpulannya lenyap dengan berjalannya durasi, ataupun dihancurkan buat dipakai kembali besi serta material- materialnya.

Tetapi, terdaftar sebagian museum mendokumentasikan sekerat ekspedisi Alat berat. Tidak banyak, tetapi minimun kita dapat melihat sebagian Alat berat berumur yang sempat terdapat. Bisa jadi Kamu berencana berjalan ke luar negara, Kamu dapat singgah ke sana. Ikuti sebagian museum Alat berat selanjutnya ini.

The National Construction Equipment Museum

The National Construction Equipment Museum merupakan suatu museum Alat berat yang dapat dibilang terbanyak di bumi. Museum yang diatur oleh oleh Historical Construction Equipment Association( HCEA), suatu badan nirlaba yang mempunyai perhatian melestarikan ekspedisi asal usul Alat berat ini terdapat di Bowling Green, Ohio, Amerika Sindikat.

Di museum yang mempunyai zona seluas 12 hektar ini kita dapat melihat bermacam
berat berumur dari mulai Alat berat berenergi uap hingga dengan mesin diesel. Beberapa sedang dapat bekerja dengan bagus, beberapa cuma terdisplay menampakkan wujudnya dikala sedang gagah bekerja.

Dibuka semenjak tahun 1992, museum ini mempunyai koleksi lebih dari 100 bagian Alat berat yang dibuat dari tahun 1800- an hingga dengan yang sangat belia dibuat tahun 1960- an. Koleksi museum ini lalu meningkat yang dihibahkan bermacam pihak. Buat merestorasi alat- alat berat yang terkini diperoleh, museum ini mempunyai suatu workshop saat sebelum didisplay pada suatu ruang indoor ataupun pada bagian outdoor yang lumayan besar.

Tidak cuma menunjukkan koleksi Alat beratnya, museum ini pula mempunyai bibliotek yang mengabadikan ekspedisi bermacam Alat berat koleksinya dan data biasa Alat berat yang lain. Tiap Rabu malam serta satu hari Minggu tiap bulannya, museum ini melangsungkan special event dimana para penggemar serta pengamat Alat berat terkumpul serta bertukar pikiran dengan cara bebas ataupun hanya bernostalgia.

Bila Kamu asian, Kamu dapat berpartispasi pada event- event besar Alat berat yang sering diadakan di mari, tercantum dikala beberapa Alat berat koleksinya‘ turun gunung’ dioperasikan serta diperlihatkan pada wisatawan.

Simcoe County Museum

Museum Alat berat yang terdapat di Ontario Kanada ini diatur oleh Historical Construction Equipment Association( HCEA) Kanada. Besar zona serta jumlah koleksinya memanglah tidak sebesar koleksi The National Construction Equipment Museum di Amerika Sindikat, tetapi museum ini menawarkan perihal yang lumayan istimewa, dimana alat- alat berat didisplay pada zona terbuka yang terbuat mendekati dengan situasi bekerjanya era dahulu.

Baca juga : Museum Senapan Royal Ulster di Belfast, Irlandia Utara

Tidak saja Alat berat berenergi diesel, semacam front shovel Bucyrus Erie yang sedemikian itu termashyur pada zamannya, pula bermacam Alat berat berenergi uap apalagi Alat berat yang memakai daya orang ataupun binatang dapat ditemui di museum ini.

Majelis Menyetujui Rencana Untuk Merelokasi Patung di Museum Baranov
Informasi Museum Baranov

Majelis Menyetujui Rencana Untuk Merelokasi Patung di Museum Baranov

Majelis Menyetujui Rencana Untuk Merelokasi Patung di Museum Baranov – Selama lebih dari 30 tahun, patung perunggu administrator kolonial Rusia Alexander Baranov telah berdiri di depan salah satu gedung pemerintah Sitka yang paling menonjol. Tapi tidak lebih lama lagi. Itu menyusul aksi Selasa (7-14-20) oleh Majelis Sitka.

Majelis Menyetujui Rencana Untuk Merelokasi Patung di Museum Baranov

baranovmuseum – Tepat sebelum majelis bertemu pada hari Selasa, sekelompok sekitar 120 demonstran berkumpul di sekitar patung Alexander Baranov di pusat kota Sitka untuk menyerukan pemindahan patung itu. Mereka berdiri dalam keheningan, meskipun tanda-tanda bertuliskan “Hapus Sekarang” dan “Pemimpin Sejati Mengakui Trauma” berbicara banyak.

Melansir kcaw.org, Tapi di dalam Harrigan Centennial Hall, kata-kata ini diucapkan dengan keras. Dengan kuat. Inilah David Sam, memberi tahu Majelis apa pendapatnya tentang mantan manajer Perusahaan Amerika Rusia.

Baca juga : Kota Alaska Memindahkan Patung Koloni Rusia ke Museum Baranov

“Pria ini adalah pemerkosa. Orang ini adalah seorang penjajah. Pria ini telah mengambil begitu banyak dari orang-orang yang berbeda darinya,” kata Sam. “Untuk uang.”

Patung Baranov disumbangkan ke kota oleh keluarga Hames pada 1980-an sebagai sarana untuk menghormati perannya dalam meningkatkan perdagangan di Sitka.

Bepergian ke Alaska pada akhir 1700-an, Baranov mendirikan pos perdagangan di Sitka pada tahun 1799 yang dihancurkan oleh klan Tlingit tiga tahun kemudian. Dia kembali dan menyerang benteng Kiks.ádi dalam Pertempuran 1804. Setelah melawan selama berhari-hari dan ketika mereka kehilangan pasokan mesiu, Kiks.ádi terpaksa pindah ke sisi timur pulau. Baranov kemudian mendirikan koloni kecil di tanah itu, Malaikat Tertinggi Baru, yang nantinya akan menjadi pusat kota Sitka dan pusat administrasi koloni Amerika Tsar Rusia sampai dijual ke Amerika Serikat.

Bagi sebagian orang, patung seorang panglima tertinggi kolonial mewakili penindasan terhadap Penduduk Asli/Masyarakat Adat. Demikian pesan yang disampaikan oleh Grand President ANS Paulette Moreno yang mendesak majelis untuk bertindak tegas.

“Dan saya katakan kepada Anda saat ini, Berdiri! Biarkan semangat Anda berdiri, lakukan apa yang benar, rasakan dalam hati Anda karena itu akan menjadi pesan kepada dunia bahwa itu lebih dari sekadar patung, ”kata Moreno. “Bahwa itu adalah pintu bagi kita untuk menggunakan kedaulatan kita sebagai bangsa Pribumi.”

Lebih dari 20 orang berbicara, sebagian besar mendukung pemindahan patung. Perwakilan dari Suku Sitka, Persaudaraan dan Persaudaraan Asli Alaska dan Koalisi Kesehatan Sitka ada di antara mereka. Sebuah petisi untuk menghapus patung itu menerima lebih dari 2.000 tanda tangan.

Sebuah petisi tandingan untuk menyimpannya di tempat yang mengumpulkan sekitar 6.000 tanda tangan- petisi itu dimulai oleh Dewan Komunitas Rusia, sebuah organisasi budaya yang disponsori pemerintah Rusia yang mempromosikan kepentingan orang-orang berbahasa Rusia di Amerika Serikat. Tetapi anggota majelis Thor Christianson mengatakan dia tidak khawatir menyinggung kepekaan itu.

“Saya pikir sebagian besar populasi kita memang menyebabkan rasa sakit,” katanya. “Tidak ada salahnya kami memasukkannya ke dalam museum. Saya telah melihat semua email. Terus terang saya tidak terlalu peduli dengan apa yang orang Rusia pikirkan. Saya tidak berpikir Rusia adalah teman kita sekarang, dan saya tidak akan terkejut jika mereka dengan gembira mencari cara untuk mencoba dan menimbulkan masalah di sini.”

Sebagian besar anggota majelis ikut serta dengan memindahkan patung itu ke museum sejarah terdekat. Kevin Mosher turut mensponsori sebuah peraturan terpisah untuk menempatkan pemindahan patung itu untuk pemungutan suara di seluruh kota. Dia mengatakan dia bersedia untuk berporos, dan akan mendukung resolusi untuk memindahkan patung, tetapi dia tidak senang Sitka bergabung dengan gerakan nasional untuk menghapus patung di Lower 48, mulai dari perwira Konfederasi hingga Christopher Columbus. Mosher mengatakan dia akan menolak jika orang mulai menyerukan perubahan pada hal-hal seperti landmark lokal dan nama jalan.

“Saya tidak ingin Sitka menjadi BS yang terjadi di selatan. Saya ingin tidak ada hubungannya dengan itu. Saya ingin memiliki percakapan yang jelas di mana kita memperlakukan satu sama lain dengan hormat, ”katanya. “Saya akan memilih ya untuk ini, tetapi sekali lagi, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak akan terus memilih ya pada setiap hal kecil yang datang, dan jika orang menyebut saya rasis, saya harus mengatakan tidak di beberapa titik. .”

Tetapi Anggota Valorie Nelson mengatakan dia tidak yakin. Dia mengatakan dia tidak akan memilih untuk memindahkannya ke museum sejarah dan dia menyarankan bahwa lokasi luar ruangan lain mungkin lebih tepat.

“Saya tidak bisa memilih resolusi ini seperti yang tertulis. Saya bisa memilih resolusi yang mengatakan, “Ayo kita gerakkan,” tapi saya pikir itu perlu dilakukan dengan cara yang benar.”

Baca juga : Mengenal Fire Museum San Antonio

Nelson adalah satu-satunya pembangkang, memberikan suara menentang resolusi untuk merelokasi patung Baranov di dalam museum sejarah Sitka. Sekarang anggota majelis Thor Christianson bersama dengan anggota Steven Eisenbeisz dan Kevin Knox, yang mensponsori resolusi tersebut, akan bekerja dengan anggota Dewan Suku Sitka dan Masyarakat Sejarah Sitka untuk mengoordinasikan relokasi.

Uncategorized

test

test!

Kota Alaska Memindahkan Patung Koloni Rusia ke Museum Baranov
Informasi Museum Baranov

Kota Alaska Memindahkan Patung Koloni Rusia ke Museum Baranov

Kota Alaska Memindahkan Patung Koloni Rusia ke Museum Baranov – Anggota majelis di Sitka pada Selasa malam menyetujui pemindahan patung Alexander Baranov, gubernur Alaska Rusia awal abad ke-19, ke dalam Museum Masyarakat Sejarah Sitka. Saat ini terletak di luar Harrigan Centennial Hall, sebuah pusat sipil.

Kota Alaska Memindahkan Patung Koloni Rusia ke Museum Baranov

baranovmuseum – Albert Duncan, seorang penduduk Sitka dan penduduk asli Alaska, meminta majelis untuk memindahkan patung itu “yang menyebabkan saya, dan banyak orang saya, merasa tidak diterima di sini. Dan itu masih menyebabkan kesedihan, rasa sakit, dan itu mengingatkan kita pada trauma sejarah kita.”

Melansir usnews, Sitka, yang didirikan oleh Baranov pada tahun 1804, adalah basis operasi untuk pedagang bulu dengan Perusahaan Rusia-Amerika di mana Baranov menjadi manajer utamanya. Periode ini ditandai oleh pertempuran berdarah antara Rusia, Tlingit dan pedagang saingan dari Perusahaan Teluk Hudson Inggris.

Baca juga : Sejarah Museum Baranov Berdiri di Alaska

Pada tahun 1808, Sitka menjadi ibu kota Amerika Rusia, dan itu adalah situs di mana Rusia mengalihkan kepemilikan ke Amerika Serikat pada tahun 1867.

Keputusan untuk memindahkan patung itu langsung memicu kemarahan duta besar Rusia untuk Amerika Serikat.

“Kami kecewa bahwa, dengan latar belakang gelombang besar penodaan dan pembongkaran monumen untuk tokoh-tokoh sejarah selama protes massal di Amerika Serikat, patung penguasa utama pemukiman Rusia di Amerika Utara, didirikan pada tahun 1989, namun jatuh di bawah keputusan untuk dibongkar,” tulis Duta Besar Rusia Anatoly Antonov di halaman Facebook Kedutaan.

Antonov mengatakan keputusan majelis tidak memperhitungkan komunitas berbahasa Rusia, tetapi Rusia tidak berusaha menghalangi pemindahan patung itu.

“Kami abstain agar tidak lagi dituduh mencampuri urusan dalam negeri,” katanya.

Resolusi yang disetujui oleh majelis untuk memindahkan patung itu mengutuk tindakan Baranov, terutama terhadap Penduduk Asli Alaska, termasuk “secara langsung mengawasi perbudakan orang Tlingit dan Aleut untuk berburu mamalia berbulu hingga hampir punah; pelanggaran terhadap perempuan, keluarga, dan hukum Pribumi; pembunuhan, dan pencurian properti pribumi – seringkali dibenarkan di bawah teori superioritas rasial dan budaya.

Walikota Sitka Gary Paxton mengatakan dalam sebuah email kepada The Associated Press bahwa dia mendukung resolusi tersebut tetapi bukan kata-katanya.

Paxton mengatakan dia setuju relokasi patung adalah tindakan positif bagi kota dan penduduknya dan museum adalah lokasi yang lebih baik untuk monumen.

Hal Spackman, direktur eksekutif Museum Masyarakat Sejarah Sitka, mengatakan “penempatan di museum mempromosikan kompromi yang terhormat dalam diskusi yang sulit dan agak memecah belah. Faktanya, Museum sudah memiliki panel didaktik di ruang yang diusulkan yang menghubungkan kisah konflik Rusia-Tlingit awal dan mencerminkan pandangan Tlingit tentang konflik itu dan resolusi yang dihasilkan.

Relokasi akan diawasi oleh sebuah komite termasuk tiga perwakilan majelis, tiga perwakilan Dewan Suku Sitka dari Alaska dan perwakilan dari Sitka Historical Society, kata resolusi itu.

Biaya dan pendanaan relokasi akan ditentukan saat komite bertemu, kata administrator kota Sitka John Leach.

Baca juga : Museum Sejarah Paling Fenomenal di Irlandia Utara

Keputusan majelis untuk memindahkan patung itu datang sehari setelah dewan kota di Seward, Alaska, memilih untuk menghancurkan Rumah Jesse Lee, tempat bendera teritorial Alaska dirancang, dijahit, dan pertama kali dikibarkan. Bendera, yang dirancang oleh seorang warga Aleut berusia 13 tahun di rumah itu, Benny Benson, kemudian menjadi bendera negara bagian dengan status kenegaraan pada tahun 1959. Benson diyakini sebagai satu-satunya orang Pribumi yang mendesain bendera negara.

Rumah Jesse Lee telah rusak karena tidak digunakan dalam setengah abad terakhir.

Sejarah Museum Baranov Berdiri di Alaska
Informasi Museum Baranov

Sejarah Museum Baranov Berdiri di Alaska

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa pariwisata menjadi sektor yang dapat memicu laju pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Sektor pariwisata dinilai dapat dengan baik mengenalkan budaya dan kekayaan alam kepada masyarakat yang ada di dunia. Banyak jenis pariwisata yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah seperti wisata pendidikan, wisata budaya, wisata alam dan wisata belanja. Jenis pariwisata yang memberikan manfaat pendidikan dan mengenalkan sejarah kepada pengunjungnya adalah wisata budaya. Wisata ini dapat dilihat melalui museum, gedung, desa, kota dan tempat-tempat yang mengandung nilai sejarah. Museum sendiri menjadi wisata terlengkap dibandingkan dengan lainnya karena merupakan tempat pengumpulan, penyajian hasil karya dan perawatan kondisi sosial budaya. Museum Baranov yang berada di Alaska menjadi museum yang dinilai mengandung nilai sejarah tinggi. Berada di Kodak, Alaska, museum ini sering disebut dengan museum Kodiak.

Museum Baranov berada pada bangunan bersejarah lainnya dengan nama Erskine House. Wilayah ini menjadi komplek perkantoran Kodiak Historical Society. Sejak dibangun pad atahun 1810, museum ini menjadi bangunan sejrah tertua yang pernah dibangun oleh Rusia pada saat Alaska menjadi wilayah bagian negara tersebut. Museum memiliki koleksi benda yang fokus akan sejarah kepulauan Kodiak. Menilik suasana bangunan bersejarah ini, pengunjung dapat menemukan perpaduan antara budaya Amerika dan Rusia. Hal ini membuktikan bahwa terjadi akulturasi budaya di Kepulauan Kodiak. Pengenalan akulturasi menjadi lebih jelas akibat keberadaan komunitas Kodiak. Keberadaan komunitas ini bertujuan untuk melestarikan dan mempertahankan budaya masyarakat Kodiak. Mereka bahkan bertindak sebagai fasilitator bagi para pengunjung yang datang ke museum.

Komunitas ini tak segan memberikan informasi akan budaya dan mengenalkan budaya masyarakat sekitar kepada pengunjung yang datang ke museum. Museum Baranov menjadi lokasi dimana komunitas Kodiak berkumpul dan saling bersilaturahmi. Mereka akan saling berbagi akan isu terkini yang kelak dapat memberikan dampak baik bagi wisata Kodiak. Komunitas ini sejatinya telah lahir sejak tahun 1793 dan diprakarsai oleh Pavlovsk yang merupakan pimpinan pemukim di Amerika. Pemukiman penduduk dan museum telah dibangun pada abad ke-19. Museum menjadi lokasi dimana majalah disimpan. Ketika Alaska menjadi bagian dari Amerika, bangunan museum dimiliki oleh perusahaan komersial asal Alaska. Bangunan yang bersejarah ini digunakan sebagai tempat tinggal pada tahun 1911. Kala itu, bangunan mendapatkan sedikit renovasi dengan pendirian pondasi berbahan baku batu dan serambi pada bagian terasnya. Bangunan kemudian mengalami kerusakan ketika tsunami pada tahun 1964. Pemerintah kemudian melakukan perbaikan dan mengembalikannya kepada komunitas Kodiak di tahun 1967.

Sejak saat itulah, museum Baranov menjadi lokasi dimana komunitas Kodiak berkumpul. Mereka memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mempertahankan sejarah dan meningkatkan produktivitas masyarakat sehingga dapat hidup dengan lebih baik. Komunitas sering melakukan pertemuan di museum Baranov. Guna meningkatkan tali persaudaraan, komunitas Baranov merayakan budaya dengan tidak mengesampingkan tradisi yang mereka miliki. Mereka juga akan berkumpul hanya untuk membicarakan isu tertentu yang dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Kodiak. Komunitas Kodiak juga mengenalkan kepada warga dunia bahwa museum Baranov menjadi tempat dimana semua orang dapat tinggal dan mencintai hal-hal yang ada di dalamnya. Perancangan ulang bangunan museum membuat jumlah pengunjung museum meningkat secara signifikan. Melalui komunitas Kodiak, ada banyak lembaga yang memberikan dukungan terhadap mengembangan museum yang bersejarah ini. Kini musem Baranov menjadi bangunan bernilai sejarah yang terkenal di dunia.

Pesona Museum Baranov di Mata Pengunjung
Informasi

Pesona Museum Baranov di Mata Pengunjung

Museum merupakan sebuah istilah yang berasal dari Yunani dan menunjuk sebuah kuil bagi Dewi Muses. Menurut mitologi Yunani, sang demi merupakan lambang dari kesenian dan ilmu pengetahuan. Tak mengherankan jika museum kerap kali dimanfaatkan sebagai tempat dimana barang bersejarah berunsur seni disimpan di tempat ini. Museum dapat berasal dari bangunan seperti rumah, gedung dan bangunan lainnya yang bernilai artistik. Amerika menjadi salah satu negara yang memiliki banyak museum bersejarah di dunia. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan peradaban manusia terjadi di tempat tersebut. Museum Baranov menjadi jenis museum yang bernilai sejarah tinggi. Museum yang berada di kepulauan Kodak, Alaska ini dikenal juga dengan sebutan Museum Kodiak. Bangunan bersejarah yang berlokasi di Alaska ini merupakan bangunan yang dibangun dengan tujuan memberikan penghargaan kepada peristis perusahaan negara Rusia – Amerika pertama kalinya di dunia.

Sebelum menjadi museum, bangunan ini merupakan tempat tinggal sang perintis. Karena memiliki nilai bersejarah yang tinggi berupa monumen arsitektur yang tertua di negara Amerika, tempat tingga Alexander Andreevich Baranov ini kini menjadi museum ternama di dunia. Keindahan arsitektur bangunan yang dimilikinya menjadikan museum ini masuk ke dalam jajaran lokasi bersejarah yang ada di Amerika pada tahun 1966. Peralihan fungsi tempat tinggal dilakukan dengan proses yang cukup sulit akibat bencana alam dan kondisi perekonomian yang dialami oleh pemilik ketika itu. Bisnis Rusia dan Amerika mulai mengalami perkembangan di Alaska melalui pembangunan pelabuhan Pavlovks. Pelabuhan digunakan guna mempelancar kegiatan perusahaan sehingga orang-orang asal Rusia merasa tertarik untuk membangun hunian di pulau dimana museum berada.

Meskipun memiliki sejarah yang begitu panjang, kini museum Baranov menjadi bangunan yang menarik minat wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, pengunjung yang berasal dari penjuru dunia juga tertarik dengan keindahan dan keunikan yang dimiliki oleh museum ini. Di dalam museum ini, pengunjung dapat menemukan produk seni bernilai sejarah yang dipamerkan. Produk seni tersebut berisikan hal-hal yang berkaitan dengan perpaduan budaya antara Amerika Serikat dan Rusia. Jika diperhatikan dengan seksama, museum Baranov memiliki bangunan yang nampak seperti rumah biasa. Hal tersebut disebabkan oleh seluk beluk dari pembangunan museum ini. Sebelum dijadikan sebuah museum, bangunan ini merupakan sebuah hunian milik seorang pengusaha judi bola. Museum Baranov jatuh ke tangan pemerintah kota Kodiak sejak tahun 1967 sehingga dapat digunakan sebagai lokasi bersejarah dan memberikan pengetahuan kepada orang-orang di sekitar.

Proses akulturasi mampu melahirkan budaya yang khas sehingga penduduk yang tinggal di sekitar museum membentuk sebuah komunitas. Komunitas yang dibentuk oleh warga sekitar dikenal dengan nama komunitas Kodiak. Komunitas dibentuk dengan tujuan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat sehingga tali persaudaraan tetap terjalin. Komunitas ini juga dapat mempertahankan nilai sejarah yang di ada pada masyarakat Kodiak. Selain itu, komunitas Kodiak juga meningkatkan nilai produktivitas masyararakat guna meninggikan kualitas ekonomi para anggotanya. Dalam melakukan perencanaan dan diskusi, museum Baranov menjadi lokasi dimana komunitas sering berkumpul dan bertemu. Mereka tak segan untuk memberikan informasi kepada pengunjung yang datang ke museum mengenai sejarah masyarakat Kodiak dan kondisi sosial budaya yang ada. Tak mengherankan jika pengunjung yang datang ke museum akan dimanjakan dengan acara kebudayaan masyarakat Kodiak. Hal ini pula yang menjadi pesona dan keunikan yang dinilai oleh para pengunjung ketika datang ke museum Baranov.

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Arsitektur Museum Baranov di Alaska
Alaska Blog

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Arsitektur Museum Baranov di Alaska

Di negara bagian Alaska di Amerika Serikat, terdapat sebuah museum yang menjadi kebanggaan masyarakat sekitar. Namanya adalah museum Baranov. Museum ini juga disebut dengan Museum Kodiak karena bangunannya yang berlokasi di daerah Kodiak. Bangunan ini adalah bangunan bersejarah yang memiliki nilai artistik yang tinggi. Kegiatan-kegiatan budaya masyarakat sering ditampilkan dalam museum ini, selain itu terdapat nilai-nilai budaya dan sejarah yang juga sering ditampilkan di dalamnya.

Nah berkaitan dengan museum ini, secara khusus arsitektur bangunannya, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, yakni sebagai berikut.

  1. Desain Eksterior Museum Baranov
    Struktur dasar dari bangunan Museum Baranov memiliki bentuk balok, yakni berupa persegi panjang yang besar. Apabila bangunan ini dibandingkan dengan bentuk awal pembuatannya yang saat itu masih kosong, Museum Baranov telah mengalami banyak renovasi dan juga telah mendapatkan banyak sentuhan artistik pada tiap-tiap sisi bangunannya.
    Renovasi-renovasi ini telah berhasil membuat bangunan ini terlihat menjadi lebih menarik bagi para pengunjung. Dulunya bangunan ini direnovasi oleh Erskine. Pada masa sekarang, bagian fondasi bangunan ini telah dibangun dengan beton yang kuat sehingga tetap terlihat kokoh meski bangunannya sudah tua.

Bangunan Museum Baranov memiliki 2 lantai dimana tinggi totalnya mencapai 11 meter atau 36 kaki, dan lebarnya 22 meter atau 72 kaki. Serambi depan bangunan Museum ini juga telah berulang kali direnovasi. Serambi depannya saat ini telah diberi dekorasi yang artistik, yakni lantai berbahan keramik.

Sebelum itu, pada bagian serambi depan digunakan bahan berupa kayu redwood horizontal. Bahan kayu ini kemudian menimbulkan persepsi bagi masyarakat setempat bahwa bahan bangunan ini memang diambil dari daerah Rusia. Dengan perubahan lantai kayu menjadi beton dengan lapisan keramik, museum ini menjadi tidak hanya terlihat semakin. Selain itu, juga membuat bangunan menjadi lebih kokoh.

  1. Desain Interior Museum Baranov
    Pindah pada bagian interiornya, desain bagian dalam bangunan Museum Baranov ini telah mengalami banyak perubahan, bahkan mungkin sudah hampir keseluruhannya. Hanya tersisa beberapa bagian saja yang dibiarkan tidak diubah. Hal ini agar bagian-bagian asli yang mengandung nilai sejarah tersebut dapat menjadi pengingat akan sejarah awal bangunan ini bagi masyarakat dari daerah setempat ataupun bagi pengunjung dari seluruh dunia.
    Pada awalnya di bagian interiornya, bangunan Museum Baranov hanya berupa dua kamar besar yang dipisah dengan dinding pembagi. Pada saat ini pintu dari dinding pembagi tersebut masih ada.

Di antara bagian-bagian yang dibiarkan tidak diubah atau direnovasi adalah bahan-bahan penyusun tangga yang menuju lantai dua. Bahan-bahan ini merupakan sisa-sisa dari struktur awal bangunan ini yang memang sengaja tidak pernah diubah untuk mempertahankan nilai seni dan nilai sejarahnya. Bahan-bahan pembentuk tangga ini secara jelas memperlihatkan nuansa gaya budaya Rusia dan hanya diberi perubahan kecil.

Kemudian di lantai atas, pengunjung dapat melihat bahwa tampilan dan bahan dasar lantai pada bangunan ini adalah manufaktur khas dari negara Rusia. Nuansa ala Rusia ini sengaja dipertahankan dengan tujuan tertentu. Yakni agar penduduk dan pengunjung dapat belajar tentang sejarah masyarakat Kodiak dan juga sejarah yang terdapat di dalam Museum Baranov. Dengan mengingat sejarah, diharapkan masyarakat bisa terus bersatu.

Demikianlah bentuk arsitektur bangunan Museum Baranov. Banyak dari bagian-bagian bangunan ini yang diganti dan direnovasi. Namun ada juga beberapa bagian yang dibiarkan seperti sedia kala sebagai pengingat akan sejarah awal pembangunannya.

Intip Keunikan Museum Baranov yang Melegenda
Alaska Blog Informasi Museum Baranov Wisata

Intip Keunikan Museum Baranov yang Melegenda

Intip Keunikan Museum Baranov yang Melegenda – Museum merupakan salah satu bangunan objek wisata buatan manusia yang tidak hanya memiliki nilai artistik yang indah saja, melainkan juga megedukasi pengunjungnya tentang nilai sejarah. Bangunan museum digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda yang memiliki nilai sejarah bagi perkembangan suatu wilayah seperti karya seni, artefak, manuskrip, dan sebagainya. Sebuah museum juga dapat dibentuk dari bangunan lain seperti tempat tinggal, gedung, sebagainya yang memiliki koleksi barang bersejarah dan banyak dikunjungi banyak orang. Hampir setiap wilayah memiliki museum sebagai wadah untuk menempatkan bukti otentik yang mencerminkan perkembangan peradapan yang terjadi di wilayahnya.

Salah satu museum unik yang berasal dari Alaska, negara bagian Amerika Serikat adalah Museum Baranova. Museum ini berada di Kota Kodia, sebuah kota yang dinamai oleh penjelajah Rusia bernama Stephen Glotov di Kepulauan Kodiak sehingga disebut juga sebagai Museum Kodaik. Pengunjung yang hadir pada museum ini tidak hanya berasal dari wisatawan domestik saja, melainkan juga wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Museum ini dibangun dengan memanfaatkan alih fungsi bangunan bersejarah yang sudah ada sejak tahun 1810 untuk menghargai jasa Alexander Andreevich Baranov yang memprakarsai pembentukan pemukiman Rusia di Amerikan Utara. Berbagai produk seni dan sejarah yang dipamerkan dalam museum ini berisi tentang perpaduan antara budaya Rusia dan Amerika.

Museum Baranov menjadi bangunan tertua dari berbagai situs bersejarah lainnya di Kodiak. Diperlukan proses yang cukup panjang untuk menjadikan bangunan bersejarah ini menjadi sebuah museum. Kota Kodiak sendiri mulai terbentuk saat pembangunan Pavslosk atau monumen dan pemukimannya pada tahun 1793. Wilayah pemukiman permane ini dikenal sebagai pemukiman Rusia pertama yang ada di Amerika Utara. Wilayah pemukiman yang terus berkembang menjadikannya sebagai ibu kota teritorial hingga tahun 1808. Sedangkan bangunan baru dibangun pada abad ke-19 awal sebagai tempat casino online. Ketika Alaska sudah berpindah kepemilikan teritori karena sudah dibeli oleh Amerika Serikat seharga 7,2 juta dollar Amerika berimbas pada dijualnya bangunan ini kepada Perusahaan Komersial Alaska untuk melanjutkan kegiatan bisnis yang sebelumnya dilakukan oleh pihak Rusia.

Perpindahan kepemilikan terus berlanjut karena kembali dijual kepada W.J. Erskine pada tahun 1911 untuk digunakan sebagai hunian pribadi. Berbagai renovasi juga dilakukan untuk mempercantik tampilan bangunan tersebut seperti penggunaan batu untuk pondasi dan menutup bagian teras. Namun, pada tahun 1948 beliau memutuskan untuk menjualknya pada perusahaan persewaan tempat tinggal di Alaska. Bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Alaska menyebabkan rusaknya fasilitas kota dan berbagai bangunan termasuk Museum Baranov. Guna mengembalikan esensi dari museum tersebut maka otoritas setempat melakukan pembangunan ulang atau renovasi. Pada akhirnya, kepemilikan Museum Baranov diberikan kepada pemerintah Kota Kodiak pada tahun 1967 dan dikembalikan kepaada Komunitas Kodiak agar bisa dimanfaatkan sebagai bangunan bersejarah.

Komunitas Kodiak sejatinya merupakan perkumpulan masyarakat asli Kota Kodiak yang berasal dari perpaduan antara Rusia dan Amerika dengan tujuan yang sama yaitu mempertahankan nilai sejarah di kawasan Kodiak. Komunitas ini juga memiliki komitmen untuk meningkatkan produktivitas masyarakat untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.Komunitas ini siap menyambut wisatawan yang datang ke Museum Baranov dengan berbagai suguhan kesenian tradisional khas masyarakat Kodiak yang memanjakan mata. Partisipasi komunitas Kodiak dalam pengoperasian Museum Baranov juga menghadirkan nuansa berkunjung yang realistik dan mampu membawa pengunjung merasakan kehidupan masyarakat Kodiak secara langsung.

Mengintip Keindahan Museum Baranov yang Memanjakan Mata
Alaska Blog Informasi Museum Baranov Wisata

Mengintip Keindahan Museum Baranov yang Memanjakan Mata

Mengintip Keindahan Museum Baranov yang Memanjakan Mata – Setiap orang khususnya pecinta sejarah pasti tahu dengan istilah museum. Ya, istilah museum sendiri berasal dari mouseion (Yunani) yang merujuk pafa nama kuil untuk sembilan Dewi Muses yang melambangkan ilmu pengetahuan dan kesenian. Oleh sebab itu, museum digunakan untuk menyimpan atau mengoleksi barang-barang bersejarah yang mengandung unsur seni dan sejarah seperti aneka karya seni (lukisan, patung, dan sebagainya), manuskrip, artefak, dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut seringkali memuat kaunikan nilai sejarah masyarakat tertentu dan dokumentasi pemikiran yang bisa dimanfaatkan untuk bahan studi masa depan. Museum pun bisa berasal dari berbagai macam bagunan mulai dari rumah, gedung, gudang, dan sebagainya asalkan memiliki koleksi benda bersejarah yang artistik.

Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan situs bersejarah dan museum terbanyak di dunia. Kondisi ini menunjukkan beragamnya peradaban masyarakat yang berkembang di wilayahnya. Salah satu museum tertua yang memiliki nilai sejarah tinggi adalah Museum Baranov. Museum ini terletak di Kota Kodak, Kepulauan Kodak, Alasaka sehingga disebut juga sebagai Museum Kodak. Museum digunakan untuk menghargai perjuangan Alexander Andreevich Baranov, seorang perintis sekaligus penguasa perusahaan Rusia-Amerika pertama di dunia. Rumah tempat tinggalnya yang terletak di Kota Kodiak inilah yang dijadikan sebuah museum untuk melestarikan keberadaanya karena mengandung nilai sejarah berupa monumen arsitektur Rusia tertua yang ada di Amerika Serikat. Berkat keindahan arsitektur dan aneka benda bersejarahnya membuat Museum Baranov berhasil masuk ke dalam daftar tempat bersejarah nasional Amerika Serikat pada tahun 1966.

Proses alih fungsi rumah tempat tinggal menjadi Museum Baranov tidaklah semudah yang dibayangkan karena terbentur oleh kondisi ekonomi pemilik dan bencana alam. Kota Kodiak sendiri mulai terbentuk pada saat ekspansi bisnis Rusia-Amerika mulai terjadi di Alaska dengan membangun Pelabuhan Pavlovsk di pantai Pulau Kodiak. Pelabuhan tersebut digunakan untuk memperlancar aktivitas perusahaan Rusia-Amerika sehingga banyak orang Rusia yang datang dan membangun pemukiman di pulau ini, termasuk rumah Baronov. Rumah Baronov semula difungsikan sebagai tempat penyimpanan produk majalah yang diproduksi oleh Perusahaan Amerika Rusia. Namun, ketika Alaska diambil alih oleh Amerika Serikat membuat rumah Baronov dibeli oleh Perusahaan Komersial Alaska untuk melanjutkan operasional bisnis yang sebelumnya dilakukan oleh pihak Rusia.

Rumah Baronov kembali dijual oleh Perusahaan Komersial Alaska kepada W. J. Erskine pada tahun 1911 untuk dijadikan hunian pribadi. Rumah ini juga sempat direnovasi bagian pondasi dan terasnya oleh sang pemilik. Namun, pada tahun 1948 kembali dijual kepada perusahaan persewaan rumah karena kebutuhan ekonomi. Sampai pada akhirnya terkena bencana gempa dan tsunami hebat yang melanda Alaska pada tahun 1964. Kerusakan pun tak dapat dihindarkan dan harus diserahkan kepada otoritas setempat untuk dibangun ulang. Pada akhirnya pihak otoritas setempat menyerahkannya ke pemerintah Kota Kodiak pada tahun 1967 agar bisa dimanfaatkan oleh Komunitas Kodiak sebagai objek bersejarah.

Keindahan Museum Baranov yang Memanjakan Mata

Proses akulturasi yang menghadirkan budaya yang khas dan unuk membuat panduduk sekita membuat suatu komunitas yang disebut Komunitas Kodiak Komunitas ini digunakan sebagai wadah berkumpulnya masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus mempertahankan nilai sejarah masyarakat Kodiak. Bahkan komunitas ini juga memperharikan perkembangan nilai produktivitas masyarakat untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat Kodiak melalui sektor pariwisata. Komunitas kodiak sering mengadakan perkumpulan di Museum Baronov sekaligus mengenalkan kepada pengunjung tentang kondisi sosial budaya dan sejarah masyarakat Kodiak.Tak heran jika para pengunjung yang datang selalu dimanjakan dengan berbagai acara kebudayaan khas masyarakat Kodiak.

Mengenal Sejarah Berdirinya Museum Baranov di Alaska
Alaska Blog Informasi Museum Baranov Wisata

Mengenal Sejarah Berdirinya Museum Baranov di Alaska

Mengenal Sejarah Berdirinya Museum Baranov di Alaska – Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mulai digunakan untuk memicu pertumbuhan eknomi suatu wilayah. Sektor ini dianggap ampuh untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya yang terdapat pada suatu wilayah kepada masyarakat dunia. Jenis pariwisata yang digunakan juga beragam bentuknya, tergantung pada objek wisata yang diusung seperti wisata alam, wisata belanja, wisata budaya, wisata keagamaan, wisata pendidikan, dan masih banyak lagi. Pengetahuan tentang jenis-jenis pariwisata tersebut penting untuk diketahui khsusnya bagi anda yang sedang memiliki renacana kegiatan pariwisata dalam waktu dekat.

Salah satu jenis pariwisata yang memiliki manfaat khusus karena mengandung unsur pendidikan mengenai sejarah adalah wisata budaya. Jenis wisata ini mengusung nilai-nilai sejarah pada objek wisata seperti museum, monumen, gedung, kota, desa, bangunan-bangunan keagamaan, serta berbagai tempat yang memiliki nilai sejarah lainnya. Museum menjadi objek wisata budaya terlengkap karena merupakan tempat pengumpulan, perawatan, dan penyajian aneka produk hasil karya penduduk sekitar yang mencerminkan kondisi sosial budayanya.
Salah satu museum yang memiliki nilai sejarah tinggi dan patut anda kunjungi adalah Museum Baranov. Museum yang terletak di Kodak, Alaska (salah satu negara bagian Amerika Serikat) ini juga dikenal sebagai Museum Sejarah Kodiak. Museum ini berada pada sebuah bangunan nasional bersejarah lainnya yang dikenal dengan nama Rusia-Amerika Magazine dan Erskine House. Lokasi ini juga digunakan sebagai kompleks perkantoran Masyarakat Serajah Kodiak (Kodiak Historical Society). Museum Baranov yang dibangun sejak tahun 1810 juga disebut sebagai bangunan bersejarah tertua dari beberapa bagunan bersejarah lainnya yang dibangun oleh Rusia ketika Alaska masih menjadi bagian dari wilayahnya.

Koleksi museum yang dipertontonkan kepada pengunjung difokuskan pada aneka produk sejarah di Kepulauan Kodiak dan sekitarnya. Nuansa museum yang ditampilkan juga menunjukkan perpaduan antara kultur Rusia dan Amerikan untuk menunjukkan proses akulturasi budaya yang terjadi di Kepulauan Kodiak. Terlebih, masyarakat di sekitar lokasi museum juga membentuk suatu komunitas yang bertujuan untuk mempertahankan dan melestarikan nilai sejarah Kodiak serta mengembangkan produktivitas masyarakatnya dengan nama Komunitas Kodiak. Kehadiran komunitas ini juga digunakan sebagai fasilitator wisatawan yang hadir mengunjungi museum dengan menyuguhkan berbagai acara kebudayaan tradisional mereka. Komunitas Kodiak juga aktif melakukan perkumpulan secara rutin di sekitar museum untuk memperetar rasa persaudaraan. Perkumpulan tersebut digunakan untuk berbagi cerita seputar sejarah Kodiak dan isu-isu terkini yang mampu digunakan untuk meningkatkan nilai objek wisata di Kodiak.

Komunitas Kodiak sebenarnya sudah didirikan sejak 1793 oleh Pavlovsk, seorang pimpinan permukinan permanen Rusia pertama di Amerika Utara sekaligus menjadi ibu kora teritorial hingga tahun 1808. Bangunan museum dan permukiman penduduk mulai dibangun pada dekade pertama abad ke-19 sebagai tempat untuk menyimpan majalah (magazine) oleh Perusahaan Amerika Rusia. Kepemilikan bangunan tersebut juga sempat mengalami perpindahan kepemilikan beberapa kali. Saat Alaska diambil alih oleh Amerika Serikat, bangunan tersebut dibeli oleh Perusahaan Komersial Alaska untuk melanjutkan operasional bisnisnya yang sebelumnya dlakukan oleh Rusia.

Sejarah Berdirinya Museum Baranov di Alaska

Bangunan bersejarah ini juga sempat dijual kepada W.J. Erskine untuk digunakan sebagai tempat tinggal pribadi pada tahun 1911. Selama digunakan sebagai tempat tinggal, bangunan ini mengalami sedikit renovasi dengan penambahan pondasi baru bermaterialkan batu dan menutup serambi terasnya. Pada tahun 1948 pemilik menjualnya kembali kepada perusahaan . Namun, bangunan ini mengalami kerusakan yang cukup parah akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Alaska pada tahun 1964. Pada akhirnya bangunan ini direnovasi oleh pihak otoritas setempat dan dikembalikan kepemilikannya kepada Komunitas Kodiak pada tahun 1967.

Komunitas Kodiak Untuk Melengkapi Museum Baranov Alaska
Alaska Informasi Museum Baranov

Komunitas Kodiak Untuk Melengkapi Museum Baranov Alaska

Museum Sejarah Baranov yang juga terkenal dengan Museum Kodiak terletak di Alaska, Kodiak. Museum Sejarah Baranov sendiri merupakan pusat berkumpulnya komunitas Kodiak. Komunitas Kodiak adalah kumpulan beberapa masyarakat Kodiak yang memiliki satu tujuan utama yaitu memepertahankan nilai sejarah yang berada di Kawasan Kodiak serta meningkatkan nilai produktivitas masyarakat agar kawasan Kodiak dapat lebih berkembang baik dari meningkatnya jumlah wisatawan maupun kualitas ekonomi masyarakat setempat.

Komunitas Kodiak ini dibentuk untuk menfasilitasi masyarakat Kodiak agar rutin melakukan acara perkumpulan demi mengeratkan persatuan melalui beberapa hal seperti merayakan beberapa acara kebudayaan masyarakat setempat melalui tradisi tetap mereka. Selain itu, tidak jarang juga dari mereka melakukan perkumpulan untuk berbagi cerita-cerita tentang Kodiak baik seputar issu terkini maupun sejarah-sejarah yang membuat Daerah Kodiak ternilai istimewa di seluruh penjuru dunia. Perkumpulan tersebut oleh komunitas Kodiak terus adiinovasikan agar tetap ada karena komunitas Kodiaklah wadah yang mempererat persatuan masyarakat daerah Kodiak. Tidak heran jika komunitas Kodiak yang menempati Museum Baranov Alaska menganggap diri mereka adalah jantung Kodiak karena mereka memiliki peran yang amat besar bagi masyarakat juga penikmat seni dan sejarah di dunia. Komunitas Kodiak ini dibangun untuk dikenal masyarakat serta mengenalkan sejarah Kodiak termasuk di dalamnya Museum Sejarah Baranov berserta tradisi dan kebudayaan yang kental dan mengikat di Kodiak kepada masyarakar dunia. Selain itu, komunitas ini ingin mengenalkan tujuan museum ini didirakan adalah untuk tempat tinggal siapa saja dan siapa saja yang harus mencintai tempat ini serta acara-acara apa yang boleh dilakukan di museum Kodiak.
Pada tahun 2019, Kodiak Historical Society menyelesaikan Proyek

Perancangan Ulang dan Peningkatan Fasilitas Pameran Permanen senilai $ 750.000 dengan dukungan yang murah hati dari Kota Kodiak, Yayasan Amal Murdock, Yayasan Rasmuson dan komunitas Kodiak. Banyak sekali lembaga-lembaga yang mendukung perkembangan Kawasan Kodiak melalui komunitas Kodiak. Support sosial tidak hanya bersumber pada masyarakat setempat saja namun pemerintah maupun dunia internasional juga ikut mendukung agar tempat wisata sejarah di Kodiak ini terus dikembangkan. Pusat komunitas ini setelah dilakukan proyek perancangan ulang, lebih didesain kembali untuk menampilkan pameran-permanen kolaboratif, berbasis komunitas, dan dapat didekati dengan tampilan yang disuguhkan berupa sejarah Kodiak. Dengan hasil tersebut, Museum Kodiak semakin dikenal oleh masyarakat dunia dan membuat pengunjung dari seluruh penjuru dunia terus hadir meramaikan museum ini. Meski pengunjung masih didominasi oleh para penggila seni dan sejarah, namun banyak juga pengunjung yang menikmati budaya beserta keindahan Daerah Kodiak.

Misi kominitas Kodiak yang terkenal utuh ini adalah untuk memfasilitasi eksplorasi warisan alam, budaya, dan artistik dari daerah Kodiak kepada wisatawan. Selain itu, komunitas tersebut juga berupaya menciptakan peluang bagi masyarakat sekitar dengan saling berkumpul, berbagi, dan bertukar pengetahuan menggunakan koleksi dan sumber daya yang tersedia melalui pengoperasian Museum Sejarah Kodiak.
Komunitas Kodiak ini merupakan pelengkap dari Museum Baranov Alaska. Mereka yang membuat Museum Baranov lebih hidup sejarahnya serta aktivitas mereka memperindah nuansa berkunjung di Kodiak. Pengunjung akan langsung disugukan dengan kehidupan budaya khas Kodiak ketika memasuki Museum Baranov Alaska sehingga tidak hanya kepuasan mata namun kenyamanan perasaan bisa didapatkan di Pulau Kodiak. Komunitas Kodiak dan masyarakat Kodiak sendiri terus menjaga agar wisatawan tidak sampai menyesal pernah melakukan kunjungan ke Museum Baranov Alasa atau Pulau Kodiak.

Sistem Keamanan Museum Baranov Alaska
Alaska Museum Baranov

Sistem Keamanan Museum Baranov Alaska

Keamanan Museum penting untuk dibentuk dengan membentuk sistem dan meningkatkan pendukung sistemnya guna menghindari bahaya yang tidak diinginkan untuk keamanan barang maupun pengunjung museum yang hadir. Barang-barang di museum tergolong barang yang ternilai sangat berharga sehingga harus dijaga agar tetap aman, sementara secara bersamaan harus tetap dipajang untuk dinikmati keindahannya serta dipelajari sejarahnya oleh ratusan pengunjung setiap harinya. Apalagi untuk museum berkelas dunia seperti Mueum Baranov Alaska. Oleh sebab itu, Museum Baranov Alaska yang terletak di Pulau Kodiak dilakukan penjagaan yang sangat ketat. Museum Baranov atau biasa disebut dengan Museum Kodiak memiliki pengunjung beraneka ragam dan terdiri dari seluruh belahan dunia. Bukan hanya dari kalangan pencinta seni dan sejarah namun juga masyarakat umum yang tertarik dengan keindahan pulau Kodiak. Koleksi di dalam Museum Baranov juga bernilai artristik dan sejarah yang sangat tinggi sehingga tidak heran jika museum ini dilakukan penjagaan yang sangat ketat untuk melindungi barang-barang sejarah yang luar biasa itu.

Menjaga benda-benda yang bernilai tinggi namun tetap memberi kesempatan kepada jutaan pengunjung untuk melihatnya, Museum Baranova Alaska melengkapi sistem keamanan yang dimulai dari daerah langit-langit bangunan yang dilengkapi oleh kamera CCTV di setiap sudut museum untuk memantau seluruh pergerakan manusia di setiap bagian museum. Sistem alarm juga tampak terlihat melekat pada setiap kulit luar gedung, jendela, pintu, dan pada semua tingkat bangunan. Sensor detector yang digunakan di Museum Baranova Alaska masih berupa perekaman video saja. Komunitas Kodiak yang merupakan perkumpulan masyarakat dengan fungsi menjaga keamanan dan nilai-nilai Museum Baranova Alaska mengharapkan agar sistem keamanan dan kamera CCTV kedepannya bisa lebih ideal lagi dengan sisi yang dapat mendeteksi penyusup ketika memasuki gedung yaitu jenis sensor detector dengan deteksi gerakan, deteksi inframerah, atau sistem laser yang dapat terus memindai tempat di luar. Sehingga jika terdapat gerakan atau tanda-tanda bahaya, alarm dapat mengetahui dan memunculkan suara.

Alarm dan deteksi keamanan di Museum Baranova Alaska juga dibersihkan secara rutin untuk menghindari alarm palsu yang ditimbulkan dari sensor debu. Selain menggunakan tekhnologi berupa alat-alat deteksi, Museum Baranova Alaska juga memperketat penjagaannya dengan penjagaan manusia di setiap sisi museum. Penjaga ini umumnya berasal dari orang-orang yang memang dibayar oleh pemerintah untuk ditugaskan menjaga museum. Namun ketika dalam acara dengan skala besar, anggota komunitas Kodiak juga turut serta aktif melakukan penjagaan di kawasan museum. Selain itu, masyarakat daerah setempat juga umumnya memiliki rasa ingin melindungi Museum Baranova Alaska yang dianggap sebagai dasar ladang pekerjaan mereka. Masyarakat sekitar museum bekerja dengan menjual barang-barang khas Kodiak, menjadi tour guide, makanan khas Kodiak dan lain sebagainya, sehingga masing-masing dari mereka memiliki tanggung jawab tersendiri untuk turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan museum serta kenyamanan pengunjung Museum Baranova Alaska.

Museum Baranova Alaska merupakan salah satu aset negara dan dunia sebagai tempat wisata bersejarah. Keamanan yang dibuat sesuai dengan taraf keamanan seperti pada bank pemerintahan hingga seperti kantor situs. Oleh sebab itu, pemerintah juga terus berupaya untuk memperbaiki sistem keamanan museum. Pengunjung yang memasuki museum hanya melewatis satu jalur dan juga dikenakan tiket masuk yang dipantau oleh camera CCTV sehingga memudahkan petugas dalam melakukan pelacakan jika suatu saat terjadi masalah. Selain itu, dengan adanya satu pintu masuk dan satu pintu keluar serta diberikan penjagaan disetiap sisi difungsikan untuk meminimalisir potensi kejahatan yang bisa terjadi di Museum Baranova Alaska.

Review Bangunan Museum Baranov Alaska
Alaska Blog Informasi Museum Baranov Wisata

Review Bangunan Museum Baranov Alaska

Review Bangunan Museum Baranov Alaska – Museum Baranov Alaska atau biasa disebut dengan museum Kodiak adalah museum yang terletak di daerah Kodiak. Museum ini merupakan museum bersejarah dengan nilai artristik tinggi. Tidak hanya dari aktivitas budaya masyarakat namun nilai budaya dan sejarah juga ditampilkan dalam bangunannya.

Bangunan dari Museum Baranov Alaska memiliki struktur dasar berbentuk balok yang berupa persegi panjang besar. Jika dibandingkan dengan awal pembuatannya dengan tampilan yang masih kosong, saat ini Museum Baranov Alaska sudah banyak direnovasi dan diberi sentuhan artistik pada setiap sisi bangunan sehingga menjadikan bangunan ini tampak lebih menarik perhatian pengunjung. Bangunan yang sebelumnya direnovasi oleh Erskine ini, saat ini sudah bertumpu pada fondasi beton kuat sehingga meskipun merupakan bangunan tua, namun bangunan ini terlihat masih tetap kokoh. Bangunan museum Baranov Alaska terdiri dari 2 lantai yang memiliki ketinggian total 36 kaki atau setara 11 meter dan lebar 72 kaki atau 22 meter. Bangunan Museum Baranov Alaska memiliki serambi depan yang juga sudah mengalami berulang kali renovasi. Bagian serambi depan saat ini sudah diproyeksikan dengan sangat indah menggunakan sentuhan artristik pada lapisannya dengan bahan dasar kaca. Sebelumnya, daerah serambi depan menggunakan bahan kayu redwood horizontal dan tampak mengelilingi dinding yang lebih tua sehingga presepsi masyarakat setempat mengatakan bahan bangunan itu dimungkinkan berasal dari daerah Rusia. Dengan perubahan dari kayu menjadi beton dengan lapisan kaca, membuat museum ini tidak hanya semakin indah namun juga membentuk bangunan yang lebih kokoh. Museum Baranov Alaska memiliki atap pelana dengan sentuhan curam yang ditindik pada ketinggian utama bagian selatan oleh atap gable tunggal.

Tidak hanya itu, desain interior bangunan Museum Baranov Alaska telah diubah secara luas bahkan hampir menyeluruh. Bagian yang tertinggal seperti tanpa perubahan adalah beberapa krain tua yang tampak masih kokoh dan terlihat sama seperti bangunan terdahulu di beberapa sisi bangunan. Perubahan dengan meninggalkan beberapa bagian asli sejarah untuk mengakomodasi penggunaan sejarah oleh masyarakat daerah setempat maupun pengunjung dari seluruh dunia. Desain interior bangunan Museum Baranov Alaska awalnya hanya dibagi menjadi dua kamar besar yang dipisahkan oleh dinding pembagi log yang masih tampak terlihat pintu pembaginya. Selain itu, salah satu bahan bangunan yang masih dipertahankan untuk diambil nilai seni dan sejarahnya yaitu bahan untuk membentuk tangga ke lantai dua. Tampak bahan pembentuk tangga juga asli dengan nuansa kepemimpinan Rusia dan hanya memiliki sedikit perubahan. Pada lantai atas museum, dapat dilihat bagunan ini memiliki lantai yang secara tampilan dan bahan merupakan manufaktur khas daerah Rusia. Nuansa rusia ini masih dipertahankan sebagai sarana pembelajaran penduduk dan pengunjung tentang sejarah masyarakat Kodiak dan sejarah yang terdapat di Museum Baranov Alaska agar masyarakat dapat terus mengingat sejarah agar mereka terus bersatu.

Kunjungan ke Museum Baranov Alaska sangat direkomendasikan bagi para penikmat seni dan sejarah. Tidak hanya untuk pengunjung lokal atau dalam Negeri namun seluruh masyarakat dunia. Selain pengunjung dapat belajar dan dimanjakan oleh keindahan bangunan, pengunjung juga dapat menikmati berbagai macam pertunjukan khas daerah setempat atau tradisi kebudayaan masyarakat Kodiak yang rutin ditampilkan di museum. Terdapat pula komunitas yang siap menfasilitasi pengunjung untuk lebih menikmati momen berkunjung ke daerah Kodiak sehingga untuk pengunjung yang awam dengan daerah tersebut dan bingung tentang informasi Kodiak, bisa memanfaatkan komunitas Kodiak.